Dubes Iran Dorong Persatuan Global untuk Hentikan Agresi AS-Israel

0
56
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kediamannya, di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi melakukan rangkaian pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional Indonesia di tengah situasi konflik yang masih bergejolak di negaranya.

Kunjungan tersebut diawali dengan pertemuan bersama Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3/2026). Selanjutnya, Boroujerdi bertemu Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Agenda kemudian berlanjut ke Solo dengan menemui Joko Widodo pada Rabu (1/4/2026). Terakhir, pada Jumat (3/4/2026), Boroujerdi mengunjungi mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kediamannya di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Boroujerdi menyampaikan tujuan kunjungannya untuk mengajak Indonesia turut menyuarakan kampanye anti-perang terkait konflik yang melibatkan Iran.

“Kami ingin dari mereka supaya ikut dalam kampanye anti-perang terhadap Iran ini, agar kita dapat menjadi satu suara untuk melawan serangan ini,” ujar Boroujerdi saat bertemu Din Syamsuddin.

Ia juga berharap dukungan moral dari para ulama di Indonesia, termasuk doa bagi rakyat Iran yang disebutnya tengah menghadapi tekanan akibat konflik.

“Harapan kami adalah doa dan seruan persatuan umat Islam dalam menghadapi situasi ini,” katanya.

Menurut Boroujerdi, selama rangkaian pertemuan dengan tokoh nasional, pihaknya menerima banyak ungkapan simpati dan keprihatinan. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukungan tersebut.

Selain itu, ia mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia yang menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai fasilitator perdamaian dalam konflik yang melibatkan Iran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Pemerintah Republik Indonesia untuk menjembatani upaya perdamaian di kawasan,” ujarnya.

Boroujerdi juga mengajak umat Islam lintas mazhab untuk bersatu dalam menghadapi konflik, seraya menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah situasi global yang dinilai semakin kompleks.

Ia mengingatkan bahwa konflik tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas secara global, termasuk terhadap negara-negara lain seperti Indonesia.

“Perang ini tidak hanya berdampak di kawasan, tetapi juga secara global, termasuk Indonesia,” katanya.

Boroujerdi menilai penting bagi masyarakat internasional untuk bersikap objektif dalam melihat konflik, terutama dalam membedakan pihak yang menjadi korban dan pihak yang memicu konflik.

Ia kembali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan masyarakat yang dinilai terus memberikan dukungan serta perhatian terhadap situasi yang dihadapi Iran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here