Bupati Kaur Kecewa Pejabat Mangkir Salat Idul Adha di Desa Terpencil

0
97
Bupati Kaur Kecewa Pejabat Mangkir Salat Idul Adha di Desa Terpencil. (Spoiler.id)

Kaur, Spoiler.id – Bupati Kaur, Bengkulu, Gusril Pausi, mengaku kecewa mendalam atas ketidakhadiran sejumlah pejabat Pemkab saat pelaksanaan Salat Idul Adha di Desa Pasar Jumat, Kecamatan Nasal, pada Jumat (6/6/2025). Desa ini merupakan salah satu wilayah terpencil yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Didampingi istri dan anak-anak, serta Wakil Bupati Abdul Hamid, Gusril rela bangun sejak pukul 03.00 WIB dan menempuh perjalanan darat selama tiga jam demi melaksanakan Salat Idul Adha bersama warga desa.

Namun, suasana kebersamaan yang diharapkan justru berubah menjadi kekecewaan lantaran para pejabat Pemkab Kaur tidak tampak hadir, meski sebelumnya telah diumumkan oleh Bupati secara resmi.

“Jadi saya telah umumkan pada seluruh pejabat untuk ikut Salat Idul Adha di Desa Pasar Jumat. Ini desa terpencil berbatasan dengan kawasan hutan. Akses jalan buruk, belum tersentuh pemerintah,” ujar Gusril, Sabtu (8/6/2025).

Bupati menyebutkan, selain agenda keagamaan, kedatangannya ke desa tersebut juga untuk menyalurkan dua ekor sapi kurban dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Namun, pejabat yang justru sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat seperti Kadis PU, Dukcapil, dan Sosial tidak hadir.

“Namun, alangkah kecewanya saya ketika mengetahui Kepala Dinas PU, Dukcapil, dan Sosial tidak ikut serta, padahal tiga dinas itu pintu depan pelayanan publik,” katanya dengan nada kecewa.

Gusril juga mengungkapkan, keterbatasan kewenangannya sebagai bupati baru turut menyulitkan dirinya dalam melakukan perombakan birokrasi. Sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri, rotasi jabatan baru diperbolehkan mulai Agustus mendatang.

“Saya begitu kecewa. Sebagai bupati baru, saya mengalami kesulitan merotasi para pejabat yang tidak taat. Enak betul para pejabat dapat tunjangan, fasilitas, mobil dinas, namun membangkang,” tegasnya.

Ia menyebut hal ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Kaur, tetapi juga menjadi persoalan umum di berbagai daerah yang dipimpin kepala daerah baru.

“Pejabat sudah malas bekerja. Namun fasilitas, tunjangan tetap mereka nikmati. Rakyat menunggu, sementara mesin birokrasi tidak taat. Ini merepotkan,” tandasnya.

Gusril juga mewacanakan usulan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diberi hak pilih dalam Pemilu, menyusul kerentanan ASN terlibat dalam kepentingan politik praktis.

“ASN sangat rentan ditunggangi petahana atau kepentingan politik tertentu seperti Pilkada. ASN itu mesin birokrasi. Apabila ditunggangi politik, sungguh tidak elok,” ujarnya.

Pewarta: Agusian
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT ©SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here