Distribusi MBG untuk Ibu Hamil dan Balita di Kaur Gunakan Plastik Gula

0
97
Distribusi MBG untuk Ibu Hamil dan Balita di Kaur Gunakan Plastik Gula. (Foto: Istimewa)

Bengkulu, Spoiler.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kaur, Bengkulu, kembali menuai sorotan publik usai beredarnya foto distribusi makanan yang dikemas menggunakan plastik bekas gula pasir di Desa Kepala Pasar, Kecamatan Kaur Selatan.

Peristiwa yang terjadi 1 September 2025 itu semestinya ditujukan untuk 35 penerima manfaat, terdiri atas 16 balita, 11 ibu hamil, dan delapan ibu menyusui. Namun, nasi, ayam, tempe, labu siam, hingga pisang terlihat dijejalkan ke dalam plastik transparan. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan dokumentasi resmi program yang memperlihatkan distribusi dengan wadah higienis.

Program MBG berada di bawah koordinasi BKKBN Provinsi Bengkulu, dengan pelaksanaan di Kaur melalui dua dapur umum, yakni Yayasan Sriwijaya dan Yayasan Prabu Center. Penyaluran dilakukan melalui kader Posyandu desa.

Ketua Kader Posyandu Desa Kepala Pasar, Winarti, mengakui kelalaian tersebut. “Kami minta maaf, saat itu tidak ada wadah memadai dan demi mempercepat pembagian akhirnya menggunakan plastik,” ujarnya.

Namun, Korlap BKKBN Kabupaten Kaur sekaligus Ketua Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Kaur, Lili Suryani, menegaskan tanggung jawab wadah berada di pihak dapur penyedia. “Kami hanya mendata penerima, mendampingi penyaluran, dan memastikan distribusi berjalan. Soal wadah bukan wewenang kami, tetapi ke depan penggunaan plastik akan diawasi,” katanya.

Ketua Yayasan Sriwijaya, Kasmi, membantah keterlibatan dapurnya. Ia memastikan menu dan wadah yang disiapkan berbeda. “Itu bukan dari dapur kami. Senin kemarin kami sajikan nasi kuning dengan wadah ompreng, bukan plastik gula,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Dapur MBG Yayasan Prabu Center, Andi Suganda, juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan dapurnya telah menyalurkan makanan dengan wadah (ompreng) sesuai kesepakatan dengan BKKBN. “Pembagian di lapangan dilakukan oleh relawan Posyandu mitra BKKBN. Bukti adanya penggunaan plastik merupakan kelalaian di luar kendali kami,” ujarnya.

Andi menyebut, ke depan pihaknya akan ikut memperketat pengawasan bersama BKKBN agar kejadian serupa tidak terulang. Hal senada disampaikan Kapokwil SPPG Kaur/Bengkulu Selatan, Wijil Walaktito Sanjaya, yang menyayangkan tindakan pemindahan makanan dari wadah ke plastik oleh kader Posyandu. “Kami hanya bisa memperbaiki apa yang telah terjadi, dan SOP akan diperketat dengan pemantauan langsung di lapangan,” ujarnya.

Menanggapi kasus tersebut, Wakil Bupati Kaur, Abdil Hamid, menyampaikan permohonan maaf. “Kami atas nama pemerintah daerah memohon maaf sebesar-besarnya. Kejadian ini akan ditindaklanjuti agar tidak terulang,” ucapnya.

Kasus ini menambah catatan kelam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di Bengkulu, yang sejatinya dirancang untuk meningkatkan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, namun justru menimbulkan polemik akibat lemahnya pengawasan distribusi di lapangan.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here