Bengkulu, Spoiler.id — Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu melakukan pencarian kapal cepat beserta delapan penumpang yang dilaporkan hilang di Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Pencarian diperluas hingga sekitar perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, namun belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan hingga Kamis sore, tim masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan penumpang yang dicari.
“Hingga sore ini hasil pencarian masih nihil dan kami akan menunggu informasi selanjutnya apakah akan melanjutkan operasi SAR berikutnya atau dihentikan karena merupakan hari ketiga waktu tambahan operasi SAR setelah tujuh hari,” kata Muslikun di Kota Bengkulu, Kamis.
Dalam operasi pencarian tersebut, Basarnas Bengkulu mengerahkan 25 personel dengan sejumlah alat utama sistem pertahanan dan keselamatan (alut), yakni RB213 Bengkulu, RIB 01 Bengkulu yang beroperasi di perairan Enggano, serta tiga unit LTR atau rubber boat.
Ketiga rubber boat tersebut digunakan untuk menyisir wilayah pesisir perairan Bengkulu dan perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Muslikun menjelaskan tim Basarnas Bengkulu juga telah melakukan penyisiran melalui jalur darat serta pencarian dari Dermaga Malakoni menuju Banjarsari di Pulau Enggano.
Selanjutnya, tim juga menyiapkan pencarian menggunakan RIB Basarnas yang akan dibawa dari Kota Bengkulu menuju Pulau Enggano menggunakan Kapal Pulo Tello.
Polda Bengkulu Kirim Sampel DNA Jenazah
Sementara itu, Polda Bengkulu telah mengirimkan sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto mengatakan sampel DNA tersebut dikirim untuk proses pencocokan dengan data orang yang dilaporkan hilang.
“Terkait pencocokan DNA, untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, saat ini sudah dikirimkan sampel DNAnya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan,” kata Imam.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan identitas jenazah serta mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.
Imam mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dari Pusdokkes Polri. Hasil pemeriksaan akan disampaikan setelah diterima dan diverifikasi.
“Untuk waktunya berapa lamanya kita masih menunggu, nanti setelah hasil akan kita sampaikan kembali,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano diketahui bukan merupakan masyarakat sekitar maupun warga asli Pulau Enggano.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap identitas jenazah tersebut sembari menunggu hasil pencocokan DNA.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































