Bahasa Mandarin Jadi Unggulan Baru di Sekolah HighScope Bengkulu

0
74
Presiden Direktur PT Yodan Land Grup, Yosia Yodan, selaku pemegang saham utama HighScope Bengkulu saat menghadiri rapat internal yang digelar pada Sabtu (19/7) di Two K Azana Style Hotel Bengkulu. (Foto: Restu Edi/Spoiler.id)

Bengkulu, Spoiler.id — Sekolah HighScope Bengkulu terus memperkuat langkahnya dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. Hal ini ditegaskan dalam rapat internal yang digelar pada Sabtu (19/7) di Two K Azana Style Hotel Bengkulu bersama jajaran guru, manajemen sekolah, serta perwakilan dari Redea Institute dan HighScope Indonesia Institute.

Rapat tersebut menjadi bagian dari agenda evaluasi rutin untuk memastikan mutu pendidikan yang diberikan tetap sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik di Provinsi Bengkulu.

Presiden Direktur PT Yodan Land Grup, Yosia Yodan, selaku pemegang saham utama HighScope Bengkulu, menegaskan bahwa visi pendidikan mereka bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Kami ingin anak-anak Bengkulu bertumbuh menjadi pribadi cerdas, percaya diri, beriman, dan berbakti kepada orang tua,” ujar Yosia di hadapan jajaran pendidik.

Menurutnya, pendidikan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Kolaborasi antara pendidik dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter anak.

HighScope Bengkulu sendiri mengusung pendekatan constructive learning dalam proses belajar-mengajar. Metode ini menekankan pentingnya berpikir kritis, kemandirian, dan kepercayaan diri sejak dini.

“Kalau anak tidak percaya diri, bagaimana mungkin mereka bisa membuat orang lain percaya? Jadi, kami bangun karakter mereka dari dasar,” tegas Yosia.

Dalam forum yang sama, Yosia juga mengumumkan langkah strategis sekolah dengan menjadikan Bahasa Mandarin sebagai salah satu kurikulum utama mulai tahun ajaran baru.

“Kita melihat perkembangan Tiongkok sebagai kekuatan dunia. Menguasai Mandarin adalah investasi penting bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

Yang menarik, para pengajar Mandarin di HighScope Bengkulu merupakan putra-putri daerah yang telah menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok. Hal ini menjadi bagian dari semangat pemberdayaan sumber daya lokal berkualitas.

Meski terus berinovasi dan mengalami pertumbuhan jumlah siswa yang kini telah mencapai lebih dari 200 anak dari jenjang ECEP hingga Middle School, Yosia menekankan bahwa keberadaan HighScope Bengkulu bukan untuk berkompetisi dengan sekolah lain.

“Kami tidak hadir untuk bersaing, tapi untuk berkolaborasi. Pendidikan akan maksimal jika semua pihak—sekolah, orang tua, dan masyarakat—bersinergi demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Dengan pendekatan holistik yang diterapkan, HighScope Bengkulu berkomitmen menjadi pelopor pendidikan berbasis karakter dan kecakapan abad 21 di Bumi Merah Putih.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here