Bengkulu, Spoiler.id — Persoalan aktivitas parkir di area gerai Alfamart di Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan. 25 eks juru parkir (jukir) Alfamart mendatangi Kantor DPRD Kota Bengkulu, Senin (28/9/2026), untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan dua anggota DPRD Kota Bengkulu, Rodi dan Edi Haryanto.
Kedatangan eks jukir tersebut dilakukan setelah muncul pernyataan dari kedua anggota DPRD Kota Bengkulu yang dinilai berkaitan dengan keberadaan aktivitas parkir di area gerai Alfamart. Mereka meminta penjelasan secara langsung agar persoalan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Salah satu eks jukir Alfamart, Roky, mengatakan kedatangannya ke DPRD Kota Bengkulu untuk meminta klarifikasi atas pernyataan yang disampaikan Rodi dan Edi Haryanto.
Menurut Roky, dirinya bersama jukir lainnya selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Kami ini rakyat kecil. Penghasilan parkir hanya untuk menghidupi keluarga. Cuma cari uang seribu dua ribu. Bukan untuk kaya,” ungkap Roky.
Roky menyampaikan, penghasilan dari menjadi jukir memang tidak besar. Namun, uang yang diperoleh dari pekerjaan tersebut tetap memiliki arti bagi dirinya dan keluarga. Karena itu, ia berharap keberadaan masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut dapat menjadi perhatian DPRD Kota Bengkulu.
Ia juga meminta DPRD Kota Bengkulu memberikan penjelasan terkait kebijakan atau sikap terhadap aktivitas parkir di area gerai Alfamart. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian agar tidak terus berada dalam kondisi tidak jelas mengenai pekerjaan yang selama ini dijalankan.
Roky menilai DPRD sebagai lembaga perwakilan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan aspirasi warga. Ia berharap para anggota DPRD dapat membantu mencari jalan keluar bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian.
“DPRD itu adalah wakil rakyat. Harus membantu rakyat. Bukan menyengsarakan rakyat. Sebenarnya mereka itu membantu kami,” pinta Roky.
Ia menambahkan, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas parkir. Menurut Roky, ada masyarakat yang menggantungkan kebutuhan keluarga dari pekerjaan sebagai jukir.
Karena itu, ia berharap DPRD Kota Bengkulu dapat mencarikan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan parkir, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.
Roky juga meminta agar pemerintah daerah bersama DPRD dapat membuka dan membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan demikian, warga yang selama ini bekerja sebagai jukir tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami berharap wakil rakyat bisa membantu mencarikan solusi. Kalau memang parkir tidak diperbolehkan, kami juga berharap ada pekerjaan lain yang bisa kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Kedatangan eks jukir Alfamart ke DPRD Kota Bengkulu tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi masyarakat terkait mata pencaharian dan pengelolaan parkir di wilayah Kota Bengkulu.
Persoalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog antara masyarakat, DPRD, pemerintah daerah, serta pihak terkait sehingga terdapat kejelasan mengenai aktivitas parkir sekaligus solusi bagi warga yang terdampak.
Hingga saat ini kedua Anggota DPRD Kota tersebut tidak berada di kantor DPRD Kota Bengkulu.
















































