Aceh Utara, Spoiler.id — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menemukan ladang ganja seluas sekitar 18 hektare di Kabupaten Aceh Utara. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan empat orang petani yang diduga terlibat dalam penanaman ganja.
Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani mengatakan ladang ganja itu berada di Dusun Alue Garut dan Dusun Cot Mancang, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
“Pengungkapan ladang ganja tersebut berlangsung dalam operasi gabungan pada Selasa (27/10/2026). Selanjutnya para terduga petani ganja tersebut diserahkan kepada Polres Lhokseumawe untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Dedy di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026).
Operasi tersebut melibatkan sekitar 90 personel gabungan dari BNNP Aceh, Polda Aceh, Satuan Brimob, dan Polres Lhokseumawe.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, ladang ganja itu berada pada ketinggian sekitar 207 meter di atas permukaan laut. Tanaman ganja yang ditemukan memiliki tinggi berkisar satu hingga dua meter, dengan jarak tanam sekitar setengah meter.
Usia tanaman diperkirakan antara dua hingga empat bulan. Luas lahan tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 25 kali lapangan sepak bola.
Dedy mengatakan pengungkapan ladang ganja itu bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BNNP Aceh dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.
“Pengungkapan ladang ganja bersamaan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai wujud komitmen BNNP Aceh dalam memperkuat semangat perjuangan generasi muda melawan narkoba serta mewujudkan Aceh bersih penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya.
Ia menegaskan, peringatan Hari Sumpah Pemuda perlu menjadi pengingat bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan sekaligus mengambil peran nyata dalam memerangi narkoba.
Dedy berharap pemuda Aceh dapat menjadi pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, hingga gampong atau desa.
“Pemuda Aceh diharapkan menjadi pelopor gerakan antinarkoba, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun gampong. Kami mengajak para pemuda bersatu melawan narkoba dan mengambil bagian dalam mewujudkan masa depan Aceh produktif dan bersih narkoba,” katanya.
Dedy menambahkan, pemberantasan narkotika tidak hanya menyasar peredaran gelap, tetapi juga sumber produksinya. Karena itu, BNNP Aceh terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Sementara itu, empat orang yang diamankan telah diserahkan kepada Polres Lhokseumawe untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Status dan keterlibatan masing-masing masih perlu dibuktikan melalui proses hukum.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































