Pemkot Bengkulu Fasilitasi Anak Putus Sekolah Kembali Belajar melalui SKB

0
9

Bengkulu, Spoiler.id — Pemerintah Kota Bengkulu terus berupaya menjangkau dan memfasilitasi anak putus sekolah agar kembali mendapatkan hak pendidikan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita mengatakan kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi alasan anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

“Jangan sampai kemiskinan hari ini membuat anak-anak kita kehilangan masa depan. Pendidikan adalah salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, anak yang putus sekolah harus kita cari dan kita bantu untuk kembali belajar,” kata Afriyenita.

Hal itu disampaikan Afriyenita saat mendampingi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Tahun Ajaran 2026/2027 di Sentra Dharma Guna, Kota Bengkulu, Minggu (20/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Afriyenita didampingi Sekretaris Dinas Sosial Kota Bengkulu Iryana, serta pendamping sosial Kementerian Sosial, Subkor Yeyen Visiesha dan Puja Kusuma.

Sejumlah anak yang sebelumnya putus sekolah kini mendapat kesempatan untuk kembali menempuh pendidikan melalui SKB. Mereka berasal dari latar belakang keluarga dan persoalan sosial ekonomi yang beragam.

Di antaranya Erwin, anak seorang janda yang menjadi tulang punggung keluarga. Untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Erwin sehari-hari berjualan kerupuk dan mengamen.

Kemudian Ahmad Nur Affandi, anak seorang pemulung, serta Gebby, anak yatim piatu yang sempat putus sekolah. Ada pula Farel Riski yang berhenti sekolah pada jenjang SMP dan Sabila yang harus meninggalkan bangku sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Afriyenita mengatakan persoalan anak putus sekolah tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga erat dengan kondisi ekonomi, keluarga dan lingkungan sosial.

“Tugas kita bukan hanya mencatat siapa yang putus sekolah, tetapi memastikan mereka kembali mendapatkan hak untuk belajar. Jangan biarkan kondisi ekonomi hari ini menentukan masa depan mereka selamanya,” ujarnya.

Menurut dia, kolaborasi Pemerintah Kota Bengkulu, Kementerian Sosial, pendamping sosial dan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap memperoleh akses pendidikan.

Kegiatan MPLS SKB menjadi tahap awal bagi anak-anak tersebut untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan belajar, membangun kepercayaan diri dan melanjutkan pendidikan.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap kesempatan tersebut dapat menjadi jalan bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah untuk kembali belajar dan mempersiapkan masa depan.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here