Bengkulu, Spoiler.id — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi melontarkan wacana agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Yunus Bengkulu dihibahkan kepada Pemerintah Kota Bengkulu.
Pernyataan tersebut disampaikan Edwar saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Provinsi Bengkulu. Ia menyoroti tata kelola rumah sakit milik pemerintah provinsi itu yang dinilai belum berjalan sesuai harapan, meskipun masih membutuhkan dukungan anggaran daerah.
Dalam pembahasan anggaran, Edwar menyebut sisa belanja wajib mencapai sekitar Rp387,16 miliar. Kondisi tersebut membuat ruang anggaran yang masih dapat dialokasikan untuk belanja lainnya menjadi terbatas.
Ia turut menyinggung sejumlah alokasi anggaran, yakni Rp50 miliar untuk RSUD dr. M. Yunus, Rp300 miliar untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Rp9 miliar untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurut Edwar, penambahan anggaran untuk RSUD dr. M. Yunus perlu dipertimbangkan secara cermat karena persoalan pengelolaan rumah sakit tersebut dinilai belum terselesaikan.
“Bahkan saya terpikir, RSMY itu kita hibahkan saja ke kota. Sehingga tidak ada permasalahan lagi. Toh selama ini, untuk berobat ke sana saja susah,” ujar Edwar.
Namun, saat dikonfirmasi mengenai pernyataan tersebut, Edwar menjelaskan bahwa wacana hibah itu disampaikan secara guyonan sebagai bentuk sindiran terhadap persoalan manajemen rumah sakit.
Ia menilai RSUD dr. M. Yunus masih membutuhkan pembenahan, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan. Rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut, menurut dia, masih membutuhkan dukungan dana APBD dan memiliki sejumlah kewajiban utang.
“RSMY Bengkulu itu kan BLUD, sehingga pendapatannya untuk mereka sendiri. Tapi faktanya masih juga belum terkelola secara baik, ditambah lagi RSMY masih banyak utang,” ungkapnya.
Pernyataan Edwar kembali memunculkan sorotan terhadap tata kelola, kondisi keuangan, dan kualitas pelayanan RSUD dr. M. Yunus sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Wacana hibah tersebut disampaikan sebagai kritik terhadap pengelolaan rumah sakit, bukan sebagai keputusan resmi mengenai pengalihan kepemilikan atau pengelolaan aset daerah.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































