Sudaryono Ungkap Alasan MBG Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah

0
8

Jakarta, Spoiler.id — Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendidikan gizi masuk dalam kurikulum sekolah. Usulan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai kandungan, manfaat, dan pentingnya makanan bergizi bagi pertumbuhan tubuh.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kegiatan makan MBG akan disertai edukasi gizi dengan alokasi waktu khusus. Pengaturan jadwal itu dirancang agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Dikasih waktu khusus di dalam, jadi tidak mengganggu jam pelajaran. Keputusannya adalah untuk anak di kelas 1 kelas 2 yang pulang pagi, itu sebelum pulang sekolah jam 10.00 dia makan,” kata Sudaryono dalam paparannya di Usmar Ismail Hall, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, siswa yang pulang siang akan memperoleh waktu makan sekitar pukul 12.00 hingga 13.00. Dalam waktu tersebut, siswa tidak hanya menyantap makanan, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai kandungan gizi dan fungsi setiap jenis makanan.

“1 Jam itu makan MBG sambil diberi pencerahan terkait kenapa kok harus makan karbo, kenapa kok harus makan protein hewani, apa fungsi protein hewani, kenapa harus makan sayur,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, pendidikan gizi diperlukan karena masih banyak anak yang belum memahami manfaat dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Pengetahuan tersebut dinilai penting agar siswa tidak hanya mengenal makanan berdasarkan rasa, tetapi juga memahami kandungan gizinya.

Ia mencontohkan, anak-anak perlu mengetahui perbedaan manfaat sayuran seperti kangkung dan bayam, termasuk kandungan serta fungsinya bagi tubuh.

“Di daerah-daerah ini orang enggak tahu kenapa makan kangkung bedanya sama makan bayam tuh apa, enggak ada yang tahu. Tahu-tahunya pokoknya kangkung ditumis pakai ikan asin enak. Jadi pendidikan ini penting supaya orang aware,” kata Sudaryono.

Sudaryono menegaskan, tujuan pemerintah melalui program MBG bukan semata-mata menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah. Pemerintah juga ingin membangun pemahaman agar anak terbiasa mengenali dan memilih bahan pangan yang memiliki kandungan gizi.

Dengan pengetahuan tersebut, siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. Pemenuhan kebutuhan gizi anak pun diharapkan tidak hanya bergantung pada program MBG, tetapi juga didukung pola konsumsi bergizi di rumah.

“Selanjutnya ketika mereka di rumah dengan mereka belanja bahan-bahan makanan yang memiliki kandungan gizi, hal itu dapat menopang pertumbuhan dari anak-anak kita, jadi tidak hanya mengandalkan dari MBG. Itu tujuan dari visinya dari Bapak Presiden kita,” tuturnya.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here