Jakarta, Spoiler.id — Presiden Prabowo Subianto menerima Tim Gabungan Perumus Undang-Undang Satu Data Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, untuk membahas penguatan tata kelola data nasional yang terpadu, aman, dan akuntabel.
Pertemuan tersebut melibatkan unsur DPR RI, akademisi, serta kementerian dan lembaga terkait. Informasi mengenai agenda itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, sebagaimana dikutip di Jakarta, Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya kedaulatan data sebagai salah satu fondasi untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah perkembangan digitalisasi.
Sekretariat Kabinet menyebut integrasi data nasional diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih akurat. Selain itu, tata kelola data yang terpadu juga diperlukan untuk memperkuat keamanan pertukaran informasi dan ketahanan siber Indonesia.
Penyusunan Undang-Undang Satu Data Indonesia menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pengelolaan data nasional. Regulasi tersebut diharapkan dapat memastikan pemanfaatan data secara terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dari unsur pimpinan DPR RI, pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Hadir pula Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bob Hasan, Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka, serta Kepala Badan Keahlian DPR RI Prof Dr Bayu Dwi Anggono.
Sementara itu, dari unsur pemerintah hadir Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Teni Widuriyanti.
Dari kalangan akademisi, pertemuan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) IPB University Prof Dr Sofyan Sjaf.
Pembahasan RUU Satu Data Indonesia diharapkan menjadi langkah untuk membangun tata kelola informasi nasional yang lebih terkoordinasi, sekaligus menjaga keamanan dan kedaulatan data di tengah meningkatnya kebutuhan pertukaran informasi secara digital.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































