Indonesia Desak Rusia Hentikan Perekrutan WNI untuk Bergabung dengan Militer

0
14

Jakarta, Spoiler.id — Pemerintah Indonesia mendesak Rusia segera menghentikan praktik perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan militer negara tersebut, menyusul kabar tewasnya seorang WNI yang dilaporkan bertugas dalam militer Rusia di Ukraina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan, permintaan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Rusia melalui jalur diplomatik.

“Pemerintah RI meminta pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apapun,” kata Yvonne melalui pesan tertulis kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Menurut Yvonne, Indonesia juga memberikan perhatian khusus terhadap praktik perekrutan WNI yang terindikasi berkaitan dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Pemerintah Indonesia telah meminta Rusia memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang warga negaranya dikecualikan dari perekrutan militer, baik secara resmi maupun melalui jalur lainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat diterapkan secara efektif dan sesegera mungkin guna mencegah WNI direkrut ke dalam militer Rusia.

Sementara itu, terkait kabar tewasnya seorang WNI yang disebut dikerahkan oleh militer Rusia ke medan perang di Ukraina, Yvonne memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow masih melakukan pendalaman dan verifikasi.

“KBRI Moskow tengah melakukan pendalaman dan verifikasi, termasuk terkait identitas dan status yang bersangkutan,” ujarnya.

Yvonne menegaskan, proses verifikasi dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip pelindungan data pribadi. Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai identitas maupun status WNI tersebut sebelum pemerintah memperoleh informasi yang terkonfirmasi.

Kemlu RI juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan di luar negeri. Calon pekerja diminta memeriksa keabsahan tawaran melalui instansi berwenang dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming imbalan yang tidak wajar.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak menandatangani kontrak kerja yang isinya belum dipahami secara menyeluruh.

Kabar mengenai tewasnya WNI tersebut sebelumnya disampaikan Dinas Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) melalui pernyataan yang diunggah di media sosial pada 27 Oktober.

HUR menyebut WNI berinisial MT, kelahiran 1978, sebelumnya bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta. Menurut informasi yang disampaikan lembaga tersebut, MT dikontrak selama satu tahun untuk bertugas di militer Rusia, tetapi dilaporkan tewas setelah sekitar satu pekan diterjunkan ke medan perang di Ukraina.

Informasi mengenai identitas, status, serta kronologi kematian WNI tersebut masih diverifikasi oleh KBRI Moskow. Pemerintah Indonesia juga terus menempuh jalur diplomatik untuk mencegah perekrutan WNI ke dalam militer Rusia.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here