Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda

0
10

Jakarta, Spoiler.id — Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul beragam tanggapan dan kritik terhadap pelaksanaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pihaknya menerima berbagai masukan masyarakat dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepolisian.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan, kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Deklarasi tersebut diselenggarakan Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat di depan Pos Polisi (Pospol) Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Kegiatan itu mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Sejumlah tokoh publik turut hadir, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta kreator konten Willie Salim.

Budi menjelaskan, kehadiran kedua tokoh tersebut merupakan undangan dari Polda Metro Jaya selaku penyelenggara kegiatan.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Raffi Ahmad mengapresiasi semangat para pemuda yang hadir. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi.

Menurut Raffi, perjuangan pemuda pada masa sekarang antara lain dilakukan dengan melawan penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

“Kalau di zaman dulu, mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya, jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” ungkap Raffi.

Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk hal-hal positif.

Sementara itu, Budi menegaskan deklarasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurut dia, kegiatan itu menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini, bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

Ia kembali menegaskan bahwa Polda Metro Jaya menghormati setiap aspirasi dan kritik yang disampaikan masyarakat.

“Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” tuturnya.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here